Diduga Dana Program Bedah Rumah Desa Kweden Ngetos Disunat Oknum Pemdes

Diduga Dana Program Bedah Rumah Desa Kweden Ngetos Disunat Oknum PemdesNganjuk, Bayu TV Nganjuk – Dana bantuan program bedah rumah dari Kemenpera RI, sebanyak 50 unit lebih dengan besaran dana 15 juta hingga 20 juta rupiah per unit di Desa Kweden Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk, diduga ‘disunat’ sebesar 4,5 juta rupiah per unit oleh oknum pemerintah desa setempat. Sehingga dana untuk rehab rumah tersebut hanya tinggal senilai 10,5 juta rupiah per unit, yang diberikan oleh bukan dalam bentuk uang tapi dalam wujud material.

Parahnya lagi, baik harga satuan maupun material yang diberikan kepada penerima program ini diduga di mark up oleh panitia yang juga oknum pemerintah desa setempat.

Dugaan itu terlihat saat pelaksanaan program bedah rumah milik pasangan mbah Mat Abu- mbah Fatimah warga Dusun Pandansili Desa Kweden.

Menurut mbah Fatimah,dirinya mengaku tidak menahu tentang bantuan bedah rumah tersebut, karena waktu itu suaminya (almarhum Mat Abu.. red) yang mengurusi. “Saya tidak tahu apa-apa terkait bedah rumah, waktu itu semuanya yang ngurusi ya suami saya,
sekarang sudah meninggal dunia, sudah satu tahun lebih,” ucap mbah Fatimah dengan logat jawa.

Akantetapi kalau rumah yang direhab, masih menurut mbah Fatimah, kondisinya dari dulu sampai sekarang tetap sepertii terlihat saat ini. “Kondisi rumah setelah direhab sampai sekarang ya tetap seperti ini,” imbuhnya.

Lain lagi yang dikatakan oleh Nono, warga Dusun Pandansili, awalnya beredar kabar dari semua perangkat desa setempat yang mengatakan kalau dana bedah rumah itu dipotong 4,5 juta. “Semua warga sudah mendengar kalau dana itu dipotong. Kan semua pamong pada ngomong begitu,” katanya, Sabtu (19/1/2019).

Dan dalam prakteknya disinyalir benar adanya, jika dana bedah rumah yang dilaksanakan tinggal 10,5 juta rupiah, padahal jumlah penerima bantuan bedah rumah berjumlah sekitar 51 unit yang tersebar di Dusun
Pandansili, Dusun Kweden, Dusun Jawuh dan Dusun Segalan, yang menjadi lokasi bedah rumah. “Bisa dihitung 4,5 juta rupiah x 50 unit, kan sudah 200 juta rupiah lebih jumlah dana rehab yang diduga dipotong tersebut,” seru Nono.

Dituturkan juga oleh Nono, saat melaksanakan program bedah rumah milik pasangan Mat Abu – Fatimah, panitia menurunkan sejumlah material antara lain batumerah, pasir, kayu usuk 30 batang, kayu reng 200 meter dan semen.

Sedangkan rumah yang direhab bagian depan saja dengan luas 2 meter x 6 meter dan lantai bawah hanya dirabat saja, tidak diplester. Sementara yang mengerjakan 4 orang selama 4 (empat) hari. “Kalau tidak di mark up, total semuanya, tidak sampai 10,5 juta,” tuturnya.

Selanjutnya Nono memberi contoh beberapa mark up yang diduga dilakukan oleh panitia, misalnya
harga kayu usuk 30 ribu per batang di mark up menjadi 40 ribu, Bata merah jatahnya 2.000 biji diberikan 1.500 biji.
“Padahal teras rumah milik pak Mat Abu itu, saya sendiri yang mengerjakan,” ungkapnya.

Ketika ditanya, siapa yang membawa uang hasil dugaan potongan dana bedah rumah tersebut, Nono mengelak menjawab secara gamblang. “Kalau masalah itu tanyakan saja ke ketua panitia pak Bayan Amsory atau ke pak lurah,” jawab Nono.

Hingga berita ini diunggah, Mahfud Kepala Desa Kweden Kecamatan Ngetos belum bisa dikonfirmasi, meski sebelumnya sudah ada janji akan bertemu.

Dan ketika didatangi ke rumahnya, Kades Mahfud tidak ada ditempat. “Bapak lagi keluar, cuci pakaian dekat sawah,” ujar isteri Kades Mahfud sambil momong balitanya.

Reporter: Sofian Hanafi

Post Author: admin

Bayu TV Nganjuk adalah sebuah stasiun TV Lokal yang berkantor di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk - Jawa Timur. Siaran BAYU TV bisa dinikmati masyarakat Kab Nganjuk dan kota sekitarnya dengan frekwensi 647.25 Mhz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *