Seorang Polisi Rela Menjadi Pemungut Sampah

Seorang Polisi Rela Menjadi Pemungut Sampah

Bayu TV Nganjuk – Berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang kotor, terutama banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan, membuat seorang anggota polisi di Tulungagung, Jawa Timur, rela meluangkan waktunya, menjadi pemungut sampah. Agar tidak mengganggu tugas utamanya, dan sempat di protes keluarganya, polisi berpangkat Aiptu ini, memungut sampah hanya di bantu seorang tetangganya, dilakukan saat lepas dinas.

Di Polsek Gondang, Tulungagung, Jawa Timur, inilah, Aiptu Trisih Setyono, mengabdikan diri menjadi anggota polri sejak 1987 lalu, yang saat ini, menjabat sebagai kepala sentra pelayanan kepolisian terpadu, s-p-k-t, regu c. Meski berpangkat lumayan tinggi, dan memiliki jabatan, namun polisi yang akrab dengan Pak Trisih ini, mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya, terutama masalah sampah. Berawal dari rasa keprihatinannya terhadap warga sekitar rumahnya, yang membuang sampah sembarangan dan seenaknya, Pak Trisih, yang tempatnya tinggalnya tak jauh dari Mapolsek Gondang, yakni Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, di bantu seorang tetanggannya, Kukuh Priyono, berinisiatif memunguti sampah yang berserakan, sejak dua tahun lalu.

Seorang Polisi Rela Menjadi Pemungut Sampah

Seorang Polisi Rela Menjadi Pemungut Sampah

Pak Trisih, yang kini telah berusia 55 tahun, dan kurang 3 tahun, akan memasuki masa pensiun ini, jauh dari kata risih, gengsi, ataupun jijik, bersama kukuh, melakukan menjadi petugas kebersihan mandiri, di saat lepas dinas, atau dua hari sekali. Pak Trisih, dengan menggunakan truk bak terbuka, yang di pinjam dari seorang tetangganya, dua hari sekali, berkeliling mengambil sampah, diberbagai desa, diantaranya desa ngrendeng, gondang bendo, dan rejosari. Mengenakan seragam petugas kebersihan, yang di minta dari temannya di badan lingkungan hidup tulungagung, setiap sampah yang di ambil dari rumah warga, dan warung makan, sebelum dijadikan satu di atas truk, oleh Pak Trisih, di pilah lebih dahulu. Berbagai macam botol plastik bekas minuman, dikumpulkan menjadi satu, namun untuk gelas plastik, langsung di buang di t-p-a segawe, karena juga akan di pungut oleh pemulung di t-p-a tersebut.

Meski sebagai tukang pemgungut sampah mandiri, namun Pak Trisih, memberlakukan iuran kepada warga yang sampahnya di angkut, kini sebanyak 221 rumah, sebesar 20 ribu rupiah per bulan, dan warung makan sebesar 50 ribu rupiah. Uang iuran yang terkumpul tersebut, oleh Pak Trisih, digunakan untuk biaya operasional, dan lebih utamanya di tabung untuk membeli armada truk baru, yang lebih besar. Menurut aiptu trisih setyono, meski awalnya sempat mendapat protes dari keluarga, namun tidak mengendorkan niatnya untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan. Melihat keteguhan, dan respon masyarakat yang baik, akhirnya pihak keluarga mendukung  kegiatannya yang nyambi menjadi tukang kebersihan tersebut.

Sedangkan, menurut salah seorang warga, yang juga memiliki warung makan, kehadiran Pak Trisih bersama temannya, sebagai pemungut sampah ini, sangat membantu sekali para warga, karena sebelumnya, para kesulitan untuk membuang sampah. Bahkan dengan iuran sebesar 50 ribu per bulan, tidak merasa keberatan, karena setiap dua hari sekali, sampahnya selalu di angkut, sehingga tidak timbul bau tak sedap. Aiptu trisih setyono, yang menjadi seorang petugas kebersihan mandiri, tanpa pamrih ini, sepatutnyalah menjadi tauladan, ataupun sumber inspirasi bagi generasi muda, maupun anggota polri lainnya. Karena di usia senjanya, masih mau menyisihkan waktunya, untuk berbuat baik dilingkungannya, tanpa imbalan apapun. [Tim Liputan Bayu TV]

Post Author: admin

Bayu TV Nganjuk adalah sebuah stasiun TV Lokal yang berkantor di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk - Jawa Timur. Siaran BAYU TV bisa dinikmati masyarakat Kab Nganjuk dan kota sekitarnya dengan frekwensi 647.25 Mhz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *